Tepatnya pada hari Senin, 01 Desember 2023, Indonesia Terkini bisa dinikmati dalam portal berita bernama MEDIAINDONESIATERKINI.COM. Aplikasi tersebut sudah bisa diunduh di sistem operasi Android (Play Store) dan iOS (App Store). Media Indonesia Terkini yang digagas oleh Mario Oktavianus Sinaga SE SH, mendapatkan dukungan penuh dari para rekan juang lainnya, yakni diantaranya ada Feber Sinaga, Lamhot Sianipar, dan Susi Sinaga. Dengan semangat juang jurnalisme dan penuh rasa dedikasi yang tinggi dalam menggapai cita-cita sebagai putra putri anak Bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi keoptimisan untuk berkarya nyata di Media Indonesia Terkini bersama Indonesia lebih Maju dan SDM nan Unggul kita pasti bisa.
Salah seorang pendiri Media Indonesia Terkini, Mario Oktavianus Sinaga mengatakan "Jadilah Pelayan Masyarakat Yang Terbaik Bukan Untuk Dilayani Melainkan Untuk Melayani" tetaplah menjadi jati diri Media Indonesia Terkini. Kalimat tersebut bukanlah slogan yang diformulasikan sembarangan. Ini merupakan hasil pilihan dan renungan yang matang yang timbul dari keprihatinan tentang situasi dan kondisi rakyat saat ini. Jati diri Media Indonesia Terkini saat dilahirkan tepatnya pada hari Jumat (01/12/2023) harus tetap menjadi corak kepribadiannya sepanjang sejarah bangsa dan negara.
Jatidiri dan semangat itulah yang menjadi napas jurnalisme Media Indonesia Terkini kedepan. Dalam praksis jurnalismenya, Media Indonesia Terkini tetap akan menjadi “anjing penjaga yang santun“ (polite watchdog). Dan selalu mengedepankan prinsip jurnalisme Pemimpin Umum MEDIAINDONESIATERKINI.COM, Mario Oktavianus Sinaga, yang menyebutkan gaya bermedia Media Indonesia Terkini mengadopsi prinsip klasik, teguh dan keras dalam prinsip, tetapi lentur dan lembut dalam cara (Fortiter in re, suaviter in modo).
Di tengah merebaknya hoaks atau berita palsu, Media Indonesia Terkini menawarkan jurnalisme berkedalaman. Desain media boleh saja tampil beda, platform bertambah: digital dan target kedepan Koran dan TV. Namun jati diri, visi, dan komitmen kemanusiaan Indonesia Terkini tetap akan abadi. Teknologi membuat semuanya lebih relevan, tetapi jati diri dan sejarah tetaplah akan menjadi panduan Indonesia Terkini bermedia.






